SELAMAT DATANG DI BLOG JEJAK GUFRON

Latest Updates

Spot Alternatif Berburu Sunrise Saat Penanjakan 1 Bromo Ditutup

5:59:00 PM

Sebenarnya saya ingin banget nulis tentang Bromo, apalagi semenjak Penanjakan 1 Bromo ditutup sementara selama tiga bulan untuk perbaikan insfrastruktur. Jadi, banyak dari temen traveler yang kebingungan, bahkan mengira Bromo tutup total untuki wisatawan. Perlu dicatet guys, kalian bisa kok ke Bromo, keliling savana, naik ke Kawah Bromo atau foto manja di Bukit Teletubies yang sekarang ada landmark-nya gitu. Namun, sayangnya harus melewati salah satu spot melihat sunrise dari pos tertinggi yaitu di Penanjakan 1.

Nah, untuk mengobati rasa kecewa, kalian bisa kok mengunjungi beberapa spot sunrise kece yang tak kalah indah dan amazing seperti Penanjakan 1. Pemandangannya sebanding lah, meski lokasinya tak setinggi penanjakan 1.

Salh duanya yaitu Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Saya nggak tahu kenapa kok diberi nama seperti itu.

Penasaran? Yuk intip 5 spot sunrise berikut.

  1. Bukit Cinta

sumber : http://www.thisbatteredsuitcase.com

Alternatif pertama, Love Hills atau bukit cinta. Lokasi ini sangat jarang diketahui wisatawan, karena mayoritas pengunjung biasanya menyaksikan sunrise dari Penanjakan 1. Namun, bila kondisi Penanjakan 1 dipadati olehwisatawan, biasanya guide as driver mengantarkan para tamunya ke lokasi ini.

Untuk view-nya, tak kalah jauh dengan penanjakan 1. Lokasinya sekitar 4 kilometer dari sebelum Penanjakan 1. Nah, biasanya di tengah perjalanan para sopir menawari untuk sekadar mampir foto2 setelah ke Penanjakan 1.

  1. Bukit Kingkong



Lokasi Bukit Kingkong bisa dibilang sangat dekat dengan Penanjakan 1. Sekitar 2-2,5 kilometer, dan lebih rendah dengan ketinggian 2.600 mdpl. View point di Bukit Kingkong tak kalah ciamik dengan Penanjakan 1 meski spot ini tak terlalu terkela di kalangan pengunjung.

Untuk sampai di Bukit Kingkong, pengunjung cuku berjalan kaki aja. Tak jauh, hanya sekitar 200an meter dari tempat parkir jeep. Biasanya saat hari libur, spot ini akan penuh sesak. Jadi ada baiknya datang lebih pagi untuk mendapatkan tempat terbaik.

Nah pertanyaannya, kapan kalian ke Bromo (lagi)?

Sekilas Kenangan Untuk Amanah : Selamat Jalan Sahabat

10:26:00 PM

Hari ini, Sabtu 16 September rasa duka mendalam menyelimuti kami alumni BSA angkatan 2009. Salah satu teman, sahabat dan saudara kami, Amanah telah berpulang di usianya yang masih muda, 27 tahun karena sakit. Innalilahi wainna Ilaihi Rojiun.


Kami alumni BSA sangat terpukul dengan kabar duka tersebut, rasa kehilangan yang sangat hingga air mata yang menetes tak bisa dibendung oleh sebagian orang yang memiliki banyak kisah susah dan senang bersama almarhumah.


Sosok Amanah sangat luar biasa, kalem, tenang dan bisa berteman dengan siapa saja. Kesedihan menyelimuti kami. Selamat jalan teman, sahabat dan keluarga kami, semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Dari kami, untuk kamu Amanah.


Mohammad Gufron Salim


Presentasi pertamakalinya sebuah mata kuliah di kampus tentu sangat berkesan, dan orang pertama yang saya ingat adalah Amanah. Wanita berhijab dari Blitar tersebut tidak hanya sekali menjadi teman presentasi, bahkan berkali-kali kita dipertemukan dalam satu kelompok. Selain faktor dosen, urutan absensi kita yang berdekatan membuat dosen mudah menentukan urutan kelompok presentasi sesuai susunan absensi.


Seiring waktu, pertemanan terikat dalam tali persaudaraan. Bahkan, saya sudah menganggapnya sebagai sahabat yang selalu dan akan selalu terkenang. Roda terus berputar, dan Jogja mempertemukan kita kembali.


Amanah kuliah S2 di UGM, dan saya bekerja di sebuah media online. Interaksi semakin lancar, bahkan di sela hari libur kita dan teman yang lain menyempatkan diri untuk jalan-jalan bareng ke hutan pinus dan kebun buah mangunan.


Kami sering bertukar cerita, dari yang serius hingga yang lucu-lucu meski tak ada faedahnya. Namun, itulah Amanah yang tak sulit untuk sekadar tersenyum hingga tertawa di sela padatnya tugas dan matakuliah S2.


Urusan cinta, nostalgia masa kuliah hingga rencana masa depan dia tak sungkan ceritakan, namun betapa shocknya kala mendengar dia telah tiada karena sebuah penyakit dalam. Saya setengah tak percaya, sesak di dada dan kenangan bersama Amanah muncul seketika.


Am, saya tahu kamu adalah orang yang kuat, tabah, nrimo dan penyabar. Masih ingat kan saat kita kondangan ke Tulungagung? Kita jalan kaki di bawah terik siang dan kamu menggunakan sepatu ber-hak tinggi. Saya saat itu menertawakanmu, karena banyak genangan air dari selokan yang menyulitkanmu berjalan. Malam itu juga, demi mengirit biaya kita memilih untuk menggunakan bis malam, sabar menikmati angkringan di Terminal Giwangan saat larut malam.


Kita pernah menjadi aktivis kondangan lho. Dan kamu nikah duluan, dan beribu maaf saya berhalangan hadir karena harus memikul beban kerja di negeri jiran kala itu. Saya tak tahu cerita mana lagi yang musti ditulis, terlalu banya, ya, terlalu banyak, bahkan rasa tak percaya kalau kamu telah pergi selamanya.


Am, lain hari ingin saya teruskan menulis cerita tentang sosokmu bersama teman BSA lainnya.

Pesona Sabrang Anindhita di Hutan Pinus Pengger Jogja

6:32:00 PM
Photo by : Pamungkas Mardi Sutjatmiko @fdg_photo
Gunawan Ilusi (Benjo) dan Andri Gondrek, artis di balik sebuah karya yang sedang hits di dunia wisata Jogja, Sabrang Anindhita. Karya mereka berdua yang pengerjaannya dibantu masyarakat sekitar menjadi viral di linimasa media sosial, bahkan menjadi salah satu objek wisata alternatif saat malam hari bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

Wisatawan menjadikan karya tersebut sebagai latar selfie, hingga prewedding. Menariknya, karya dengan bentuk melengkung tersebut memiliki arti dan makna tersirat disamping sebagai pemanis tempat wisata. Mengacu pada nama Sabrang diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti tempat yang berhadapan dengan kita. Anindhita yang berarti kebaikan atau kebajikan.

Karya ini menjelaskan bahwa hubungan seseorang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan. Kekuatan, kerjasama, atau keeratan hubungan seseorang dengan yang lainnya adalah sebuah kunci dari rasa kekeluargaan, rasa aman, nyaman bagi saudara yang hidup di sampingnya.

foto diambil kala siang hari, seperti ini pemandangannya.
Satu sisi yang menarik dari karya tersebut dengan ditambahnya lampu sorot dan lampu warna baik di depan dan juga di dalam rongga kayu. Sangat memanjakan mata saat dilihat malam hari, terutama bentuk struktur lilitan kayu yang menonjol satu sama lain, semakin jelas dan terang.

Semakin malam, wisatawan semakin bertambah. Bahkan sejak sore hari, dan sangat jarang wisatawan datang di siang hari karena cuaca yang panas dan bisa jadi tidak sebagus saat malam hari.

Biaya tiket masuk hanya Rp. 2500/orang, sangat murah sekali.

Bila kamu tertarik untuk mengunjunginya, terdapat dua rute yang sangat mudah karena bisa diakses pada google map. Pertama, melalui Jalan Wonosari arah Pathuk, dan yang kedua melewati Jalan Imogiri arah Manguna, Dlingo. Jarak tempuh dari Kota Jogja sekitar satu jam perjalanan.

BACA JUGA : PUNCAK BECICI, SPOT ROMANTIS DI HUTAN PINUS IMOGIRI JOGJA

Patirana, Pemandangan ala Peru di Bondowoso, Jawa Timur

12:33:00 PM

Patirana View 
Pemandangan di Patirana mengingatkan saya dengan sebuah situs arkeologi inca di Amerika Selatan, Machu Piccu. Pegunungan dengan lembah curam yang ditumbuhi pepohonan yang sangat lebat, serta bebatuan besar menjulang yang tak goyah meskipun diterpa angin badai.

Tak berlebihan jika saya membandingkan keduanya, meskipun Patirana tak memiliki situs seperti Machu Piccu di Peru. Pemandangan menarik, bentang alam yang indah tentu menjadi salah satu daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Spot Patirana bisa terbilang sangatlah baru, belum se populer Kawah Wurung atau Kawah Ijen. Terletak di Desa Wonosari, Grujugan, Bondowoso Jawa Timur. Berkendara sekitar satu jam dari pusat kota, baik menggunakan mobil atau sepeda motor.

Bila menggunakan angkutan umum, kalian bisa menggunakan armada bus Jember Indah. Arah Jember maupun sebaliknya, minta untuk turun di pertigaan pasar Dadapan, Grujugan. Setelah itu tak ada angkutan umum, melainkan ojek pada umumnya. Saya belum tahu biaya ojek, karena kemarin saya menggunakan kendaraan pribadi.

Sepeda motor sangat saya rekomendasikan daripada menggunakan mobil, karena jalan yang masih sempit dan ada beberapa bagian jalan yang rusak. Harga tiket masuk Rp 5 ribu dan parkir sepeda motor Rp 3 ribu.


Meskipun lokasi spot tidak terlalu tinggi, namun jalur treeking bisa dibilang susah. Tanjakan terjal, banyak bebatuan besar yang harus dilewati. Spot pertama bisa menuju air terjun, kemudian batu susun dan selanjutnya P28 View.


Tak usah khawatir dengan bekal atau logistik, pengelola menyediakan spot warung yang menjual berbagai macam makanan dengan harga relatif murah. Buka jam 7 pagi, dan tutup jam 4 sore. Wisatawan diharapkan sudah berada di parkiran sebelum petang tiba demi keselamatan dan keamanan.

Saat ini, kunjungan ke spot Patirana lebih dominan oleh wisatawan lokal. Baik dari Jember, Banyuwangi atau Situbondo. Namun, kemungkinan besar bakal menjadi salah satu spot wajib wisatawan mancanegara terutama yang akan berlibur ke Kawah Ijen.



Pekerjaan Rumah bagi Dinas Pariwisata Bondowoso yaitu menggencarkan promosi door to door, terutama ke pihak hotel dengan menawarkan promo short trip bagi wisatawan yang datang untuk mengunjungi Kawah Ijen.

Selain itu, sadar wisata masyarakat di area Patirana sangatlah penting untuk menjadi salah satu penunjang keberlangsungan objek wisata tersebut. Nah, waktu terbaik untuk explore spot Patirana yaitu pagi hari dan menjelang sore. Usahakan jangan datang siang karena sangat panas.





One s destination is never a place, but a new way of seeing things. Henry Miller 📷 in frame: @ahmadbdrs @ahmadrizqian @ahmadfrdyan @umam_almunawar @bayao_coeg Lokasi: @wisataalampatiranabondowoso Didukung oleh: Hongkong Bu Fatim Grujugan Kidul 🍘 #bondowoso #explorebondowoso #grujugan #patirana #jatim #pendaki #travelling #travel #traveller #instatravellers #indotravellers #igers #mountains #jelajahinusantara #wanderlust #wanderlustid #hiking #hikers #wanderlust #wanderlustid #takemebackpacking #aroundtheworld #instadaily #travelgram
Dikirim oleh Gufron Salim pada 4 Juli 2017

Featured Post

Spot Alternatif Berburu Sunrise Saat Penanjakan 1 Bromo Ditutup

Sebenarnya saya ingin banget nulis tentang Bromo, apalagi semenjak Penanjakan 1 Bromo ditutup sementara selama tiga bulan untuk perbaik...

 
Copyright © CERITA PERJALANAN, REVIEW DAN TIPS. Designed by jejakgufron