SELAMAT DATANG DI BLOG JEJAK GUFRON

Latest Updates

Pesona Misool, Kepingan Surga di Raja Ampat Yang Wajib Dikunjungi

4:42:00 PM

"Beautiful sceneries, offering breathtaking views." Kata Jono. Saya tak paham, kalimat itu tiba-tiba keluar begitu saja dari bibir Jhonny saat tahu saya berasal dari Indonesia, ia merupakan traveler asal Inggris yang kebetulan bersua di Bandara Changi, Singapura beberapa waktu lalu. Saya memanggilnya Jono, biar mudah dilafalkan, pria berjambang lebat tersebut pun merasa tak keberatan sambil tersenyum dan tertawa.

Saya berbisik ke Jono, tempat mana di Indonesia yang kamu maksud. "Raja Ampat, Papua" sautnya. Oh, saya hanya bergumam karena belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di tanah papua yang konon sangat indah dan eksotis tersebut. Beruntung, Jono orangnya nggak kepo amat, santai dan suka nyerocos kalau ditanya cerita pengalamannya saat traveling.

Pulau Wayag Raja Ampat, Papua Barat. (foto:nationalgeographic.co.id)ption
Saya sendiri secara jujur masih mengeja dengan tinta hitam Raja Ampat dalam bucketlist dan belum sempat dicoret, karena memang belum pernah traveling ke sana. Saya hanya bisa menghela napas panjang, mempersiapkan jawaban andai si Jono mulai bertanya pengalaman saya di Raja Ampat. 


"Nothing, but sure someday will be going to Raja Ampat," ujar dalam hati terdalam sebelum ditanya duluan.

Pertemuan dengan Jono mulai menambah wawasan saya tentang raja Ampat, beberapa hal yang musti dipersiapkan terutama ongkos perjalanan yang tidak bisa dibilang murah. Kuncinya, nabung dan sering berhemat bila pemasukan pas-pasan.

Promo menarik tiket penerbangan (foto: Tiket.com)
Pertama yang harus dipersiapkan adalah cari tiket pesawat, biasanya sih kalau jauh hari sebelum jadwal keberangkatan bisa dapat harga murah. Nyoba pakai tiket.com, untuk perjalanan pulang--pergi Jakarta-Sorong terbilang murah di kisaran harga Rp 2 jutaan, murah banget kan. Mau nggak kalau dibayari ke Raja Ampat, bisa ikutan kontes #TiketKemanapun dari tiket.com.


foto: Tiket.com
Kedua, persiapkan akomodasi, di tiket,com juga memudahkan kita untuk melakukan pemesanan hotel/penginapan di Raja Ampat, nama tempatnya TeraAilan Heritage Resort. Harga untuk satu malam sekitar Rp 500 ribuan.

Esok setelah sampai di Sorong, saya akan memilih dan memastikan untuk melakukan perjalanan mandiri ke Raja Ampat. Bukan karena malas ikutan tur, tapi demi menghemat dana anggaran. Oh iya, di Sorong saat ini sudah mulai banyak agen tur ke Raja Ampat. Fasilitas tur menyesuaikan harga paket, biasanya sih begitu.

Persiapan ketiga, setelah sampai di Sorong kemudian mulai mencari transportasi ke Waisai ibukota Raja Ampat. Oh iya, di pulau yang konon katanya merupakan kepingan surga yang jatuh ke bumi ini terdapat beberapa pulau besar, diantaranya Batanta, Misool, Salawati atau Waigeo.

Pelabuhan Waisai (foto: tripadvisor.co.id)
Untuk sampai di Waisai, saya akan naik kapal fery dari pelabuhan rakyat Sorong. Ongkosnya sekitar Rp 125 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 250 ribu untuk kelas VIP dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Waisai ini terletak di pulau Waigeo.

Setelah sampai di Waisai, saya akan lebih dulu mencari penginapan untuk bermalam. Kemudian esok harinya mempersiapkan diri untuk explore Misool raja Ampat Selatan yang jaraknya sekitar 4 jam perjalanan laut.

Saya akan explore beberapa tempat di Misool, salah satu potongan kepingan surga di bumi.


Danau Ubur-Ubur Lenmakana Misool (foto: marischkaprudence.blogspot.co.id )
Destinasi danau ubur-ubur, di Misool terdapat dua. Salah satunya yang ingin saya kunjungi adalah Lenmakana yang terkenal dengan ubur-ubur tak menyengat. Saya bisa menikmati momen berenang bersama ubur-ubur tak beracung yang sangat banyak, layaknya mbak traveler Marischka Prudence.

Pesona Balbulol (foto: Abd Aziz)
Selain itu, dua tempat wajib di Misool akan saya kunjungi juga yaitu Balbulol dan Harfat jaya. Batu gamping menyerupai pohon Natal mengapun di atas laut tersebut yang oleh masyarakat sekitar disebut Balbulol, indah banget dan sungguh menakjubkan.

Menakjubkannya puncak Harfat Jaya (foto: tripadvisor.co.id) 
Lanjut ke Harfat Jaya, di sini bisa dibilang lumayan adventure banget. Dalam beberapa cerita pengalaman traveler, wisatawan harus treeking menanjak saking terjalnya, dan menguras tenaga banget. Perjalanan menuju puncak bukit Harfat Jaya kurang lebih memakan waktu 30 menit, namun sesampainya di atas maka rasa capai akan terbayar lunas.

Misool Eco Resort, penginapan kelas dunia. (foto: qinous.de)
Terakhir nih, saya ingin pergi ke Misool Eco Resort. Konon inilah salah satu resort terbaik di dunia yang ada di Raja Ampat. Slogan eco resort membuat tempat ini tetap terjaga, dibangun tanpa menebang satu pohon pun. Selain itu, pihak resort dan warga menerapkan zonasi laut di sekitar agar terjaga. Tak lupa ingin mencoba menikmati pesona bawah lautnya dengan snorkling di kawasan yang dilindungi di sekitar resort.






Sarapan Pagi Sebelum Jam 9 Itu Penting, Begini Penjelasannya!

8:31:00 PM

Siapa diantara kalian yang membaca tulisan ini sering melewatkan sarapan pagi, ayo ngacung! Toss dulu, berarti kalian punya nasib yang sama dengan kisah dan cerita masa lalu saya saat tak peduli dengan pentingnya sarapan dan kini telah saya rubah kebiasaan buruk tersebut. Perubahan yang saya lakukan di awal aktivitas harian itu bukan tanpa alasan, rasa ingin tahu yang tinggi terhadap efek sarapan terhadap tubuh selalu berhasil membuat saya penasaran.

Di balik rasa penasaran tersebut, saya mulai banyak membaca dan bertanya, salah satunya kepada teman yang kuliah dan telah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Fika, biasa dipanggil memberikan sedikit tambahan wawasan kenapa saya agar memulai aktivitas di pagi hari dengan sarapan.

Menurut dokter yang berasal dari Surabaya tersebut, sarapan sangat penting bagi tubuh kita dan merupakan  sarapan menjadi salah satu sumber energi. "Kalau perut kita dibiarkan kosong pada saat beraktivitas bisa mengakibatkan asam lambung meningkat," kata Fika yang kini bekerja di sebuah rumah sakit di Madiun, Jawa Timur.

Masih belum cukup, saya kemudian mencoba mencari informasi tambahan melalui internet, dalam beberapa penjelasan pakar yang paling menyita perhatian datang dari Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Hardinsyah.

Menurutnya, sarapan sehat sebelum jam 9 penting sebagai sumber energi sebelum memulai beraktivitas. Sarapan harus meliputi komposisi yang tepat,  karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral yang bisa memenuhi 1/4 gizi harian.

Oleh sebab itu, saya pun mengikuti anjuran tersebut dan memilih untuk tidak melewatkan sarapan sebelum jam 9 pagi agar aktivitas lebih maksimal, daya tahan tubuh lebih kuat dan tenaga menjadi lebih prima. Nah, salah satu yang tips paling menarik dan pernah saya alami adalah bagaimana mudahnya menikmati sarapa di kantor tanpa ribet.


Kuncinya yaitu dengan menyeduh satu gelas Energen setiap paginya, tak lupa saya juga selalu menyiapkan satu box Energen di bawah meja buat berjaga-jaga agar tidak melewatkan sarapan pagi. Nah buat kalian yang belum tahu, Energen merupakan minuman dengan tambahan sereal yang sangat mudah disajikan.

Tak butuh waktu lama, cukup seduh air panas dan siapa gelas dan sendok. Tuangkan Energen ke dalam gelas, kemudian tuangkan air panas 150 ml ke dalam gelas, selanjutnya aduk hingga merata. Dan energen hangat siap dihidangkan .

Tak perlu ragu, Energen  mengandung  susu,  sereal,  telur,  sigmavit  (vitamin  A,  B1,  B2,  B6,  B12,  D,  E, Kalsium), dan mineral. Kandungan yang terkandung di dalam Energen lebih dari susu, lebih padat karena mengandung  sereal, lebih bernutrisi  dari telur dan multivitamin. Energen memiliki komposisi yang telah memenuhi syarat, membuat anak Indonesia lebih kenyang dan bertenaga serta optimal dalam berkonsentrasi di sekolah dan beraktifitas sehari-hari.


"Sarapan Sehat Setiap Pagi untuk Prestasi"




Spot Alternatif Berburu Sunrise Saat Penanjakan 1 Bromo Ditutup

5:59:00 PM

Sebenarnya saya ingin banget nulis tentang Bromo, apalagi semenjak Penanjakan 1 Bromo ditutup sementara selama tiga bulan untuk perbaikan insfrastruktur. Jadi, banyak dari temen traveler yang kebingungan, bahkan mengira Bromo tutup total untuki wisatawan. Perlu dicatet guys, kalian bisa kok ke Bromo, keliling savana, naik ke Kawah Bromo atau foto manja di Bukit Teletubies yang sekarang ada landmark-nya gitu. Namun, sayangnya harus melewati salah satu spot melihat sunrise dari pos tertinggi yaitu di Penanjakan 1.

Nah, untuk mengobati rasa kecewa, kalian bisa kok mengunjungi beberapa spot sunrise kece yang tak kalah indah dan amazing seperti Penanjakan 1. Pemandangannya sebanding lah, meski lokasinya tak setinggi penanjakan 1.

Salh duanya yaitu Bukit Kingkong dan Bukit Cinta. Saya nggak tahu kenapa kok diberi nama seperti itu.

Penasaran? Yuk intip 5 spot sunrise berikut.

  1. Bukit Cinta

sumber : http://www.thisbatteredsuitcase.com

Alternatif pertama, Love Hills atau bukit cinta. Lokasi ini sangat jarang diketahui wisatawan, karena mayoritas pengunjung biasanya menyaksikan sunrise dari Penanjakan 1. Namun, bila kondisi Penanjakan 1 dipadati olehwisatawan, biasanya guide as driver mengantarkan para tamunya ke lokasi ini.

Untuk view-nya, tak kalah jauh dengan penanjakan 1. Lokasinya sekitar 4 kilometer dari sebelum Penanjakan 1. Nah, biasanya di tengah perjalanan para sopir menawari untuk sekadar mampir foto2 setelah ke Penanjakan 1.

  1. Bukit Kingkong



Lokasi Bukit Kingkong bisa dibilang sangat dekat dengan Penanjakan 1. Sekitar 2-2,5 kilometer, dan lebih rendah dengan ketinggian 2.600 mdpl. View point di Bukit Kingkong tak kalah ciamik dengan Penanjakan 1 meski spot ini tak terlalu terkela di kalangan pengunjung.

Untuk sampai di Bukit Kingkong, pengunjung cuku berjalan kaki aja. Tak jauh, hanya sekitar 200an meter dari tempat parkir jeep. Biasanya saat hari libur, spot ini akan penuh sesak. Jadi ada baiknya datang lebih pagi untuk mendapatkan tempat terbaik.

Nah pertanyaannya, kapan kalian ke Bromo (lagi)?

Sekilas Kenangan Untuk Amanah : Selamat Jalan Sahabat

10:26:00 PM

Hari ini, Sabtu 16 September rasa duka mendalam menyelimuti kami alumni BSA angkatan 2009. Salah satu teman, sahabat dan saudara kami, Amanah telah berpulang di usianya yang masih muda, 27 tahun karena sakit. Innalilahi wainna Ilaihi Rojiun.


Kami alumni BSA sangat terpukul dengan kabar duka tersebut, rasa kehilangan yang sangat hingga air mata yang menetes tak bisa dibendung oleh sebagian orang yang memiliki banyak kisah susah dan senang bersama almarhumah.


Sosok Amanah sangat luar biasa, kalem, tenang dan bisa berteman dengan siapa saja. Kesedihan menyelimuti kami. Selamat jalan teman, sahabat dan keluarga kami, semoga engkau mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.


Dari kami, untuk kamu Amanah.


Mohammad Gufron Salim


Presentasi pertamakalinya sebuah mata kuliah di kampus tentu sangat berkesan, dan orang pertama yang saya ingat adalah Amanah. Wanita berhijab dari Blitar tersebut tidak hanya sekali menjadi teman presentasi, bahkan berkali-kali kita dipertemukan dalam satu kelompok. Selain faktor dosen, urutan absensi kita yang berdekatan membuat dosen mudah menentukan urutan kelompok presentasi sesuai susunan absensi.


Seiring waktu, pertemanan terikat dalam tali persaudaraan. Bahkan, saya sudah menganggapnya sebagai sahabat yang selalu dan akan selalu terkenang. Roda terus berputar, dan Jogja mempertemukan kita kembali.


Amanah kuliah S2 di UGM, dan saya bekerja di sebuah media online. Interaksi semakin lancar, bahkan di sela hari libur kita dan teman yang lain menyempatkan diri untuk jalan-jalan bareng ke hutan pinus dan kebun buah mangunan.


Kami sering bertukar cerita, dari yang serius hingga yang lucu-lucu meski tak ada faedahnya. Namun, itulah Amanah yang tak sulit untuk sekadar tersenyum hingga tertawa di sela padatnya tugas dan matakuliah S2.


Urusan cinta, nostalgia masa kuliah hingga rencana masa depan dia tak sungkan ceritakan, namun betapa shocknya kala mendengar dia telah tiada karena sebuah penyakit dalam. Saya setengah tak percaya, sesak di dada dan kenangan bersama Amanah muncul seketika.


Am, saya tahu kamu adalah orang yang kuat, tabah, nrimo dan penyabar. Masih ingat kan saat kita kondangan ke Tulungagung? Kita jalan kaki di bawah terik siang dan kamu menggunakan sepatu ber-hak tinggi. Saya saat itu menertawakanmu, karena banyak genangan air dari selokan yang menyulitkanmu berjalan. Malam itu juga, demi mengirit biaya kita memilih untuk menggunakan bis malam, sabar menikmati angkringan di Terminal Giwangan saat larut malam.


Kita pernah menjadi aktivis kondangan lho. Dan kamu nikah duluan, dan beribu maaf saya berhalangan hadir karena harus memikul beban kerja di negeri jiran kala itu. Saya tak tahu cerita mana lagi yang musti ditulis, terlalu banya, ya, terlalu banyak, bahkan rasa tak percaya kalau kamu telah pergi selamanya.


Am, lain hari ingin saya teruskan menulis cerita tentang sosokmu bersama teman BSA lainnya.

Featured Post

Pesona Misool, Kepingan Surga di Raja Ampat Yang Wajib Dikunjungi

"Beautiful sceneries, offering breathtaking views." Kata Jono. Saya tak paham, kalimat itu tiba-tiba keluar begitu saja dari bi...

 
Copyright © CERITA PERJALANAN, REVIEW DAN TIPS. Designed by jejakgufron